Andrie callista
Gambar 1 : Kain lurusan khas (motif asli tanpa modifikasi)Sasirangan merupakan salah satu jenis batik Indonesia yang berasal dari Kalimantan Selatan (Banjar). Corak batik ini berbeda dengan batik pada umumnya (Batik solo, dll). Batik ini dengan corak yang abstrak dan pembuatannya yang unik dan tentunya berbeda. Jika hanya membeli kainnya saja yang sudah jadi, kurang lengkap rasanya jika tidak langsung melihat Pengolahannya. Dari kain putih polos, hingga siap dipaket berupa kain sasirangan untuk di jual. Anda dapat berkunjung ke Kampung Sasirangan di Kota Banjarmasin, mungkin bisa menjadi tujuan wisata bagi anda yang berada di dalam kota. Disana, Anda dapat melihat langsung bagaimana proses terbentuknya kain sasirangan.

Gambar 2 : Pelukis Sasirangan
Kain putih dipilih sesuai pesanan pelanggan, mau yang kain katun atau sutra. Setelah pemilihan kain, proses selanjutnya ialah melukis pola diatas kain putih di Rumah Produksi. untuk pola biasa para pelukis sasirangan bisa melukis 50 kain dalam sehari. Namun, untuk sebuah pola Sari Gading, memakan waktu setengah hari.

Gambar 3 : Rajutan Sari Gading
Setelah Proses pelukisan pola, Kain-kain tersebut di serahkan kepada masyarakat yang berada di kampung Sasirangan untuk proses perajutan. Ini merupakan pemberdayaan masyarakat yang ada di kampung tersebut. Proses perajutan pola biasa memakan waktu 1-2 hari untuk 1 pola dan perajutan untuk pola Sari Gading bisa memakan waktu hingga 1 Bulan dan diperlukan keahlian khusus sehingga, tidak semua masyarakat yang berada di Kampung Sasirangan mampu melakukannya. Ini menjadi harga yang sangat Fantastik jika di jual, karena kain ini berharga hinga (+/-) Rp 2.000.000,-. Wow!

Gambar 4 : Motif Kain Sari Gading
Jika Perajutan telah selesai, kain yang telah dirajut dikembalikan ke Rumah Produksi untuk proses Pewarnaan. Disini ada 2 Jenis pewarnaan. Yaitu pewarnaan panas dan pewarnaan dingin. Untuk pewarnaan Panas memerlukan waktu lama dan terus dilakukan perwarnaan berulang kali hingga mendapatkan warna yang di inginkan. Pewarnaan panas ini membuat warna kain tidak cepat luntur dan dipakai tahan lama. Dan untuk pewarnaan dingin, ketahanan warna kain tidak terlalu lama dan cepat luntur.

Gambar 5 : Kain Sasirangan siap di kemas
Penjemuran dilakukan setelah proses pewarnaan selesai. Penjemuran ini dilakukan untuk memperkuat warna Sasirangan. Penjemuran memakan waktu hingga 1 Hari, Selesai penjemuran maka kain di gosok dan dikirim ke penjahit untuk di olah menjadi pakaian, selendang, dll atau hanya kain saja.
Setelah pertualangan panjang si kain putih yang berubah menjadi kain sasirangan, Maka kain-kain ini siap di pamerkan di gallery dan siap-siap di beli oleh pelanggan yang mengincar mereka.
4 komentar:
makin ngilerrr mau beli kamera klo liat blog ini. haha
semuanya hanya menggunakan kamera pocket bu bidan.. :)
Mantap artikel'nya.. saya suka dan saya bangga dengan produk Khas Banjar..,,!! Salah satu'nya SASITANGAN..
Nah'am.. Salah tulis,.. baparak'an pang huruf R lawan T..
maksud'nya SASIRANGAN... hehe..,,
Sukses Sahabatku..!
Poskan Komentar